Dumalo, Kue Tradisional Yang Masih Bertahan

0
175

Dumalo yang memiliki cita rasa manis, renyah dan gurih ternyata pembuatanya sangat menarik. Kue ini masih dapat dijumpai di pasar tradisional dengan harga yang relatif murah, Rp1.000 per buah atau sekitar Rp55.000 per toples.

 

Uniknya, proses pembuatan kue Dumalo menggunakan batok kelapa yang dilubangi kecil di bagian bawahnya. Adonan kue yang kental dimasukkan dalam batok kelapa, lalu adonan kue mengalir melalui lubang-lubang tempurung ke wajan yang panas yang berisi minyak kelapa, sambil tempurung terus digoyang tanpa henti untuk membuat bentuk-bentuk unik. Setelah dirasakan cukup, tempurung diangkat dari atas wajan.

Adonan yang berbentuk unik saling bertaut di atas wajan panas, sebelum mengeras lalu dilipat dengan menggunakan penjepit bambu menjadi bentuk empat persegi panjang. Dumalo yang berwarna kecoklatan dibiarkan dalam minyak panas hingga mengeras untuk  memastikan kematangannya. Dumalo yang matang lalu ditiriskan agar minyak menetes dan diangkat.

Sebelum dimasukkan toples untuk disimpan, Dumalo yang renyah ini dibiarkan sejenak di raung terbuka.

Menurut Nita, wanita paroh baya warga Telaga Kabupaten Gorontalo yang sejak usia muda sudah menekuni pembuatan kue Dumalo, bahan pembuatnya sederhana, hanya tepung beras, gula dan air secukupnya.

Takaran bahan untuk membuat Dumalo adalah tepung beras sebanyak 2 liter, gula setengah kilogram dan air secukupnya.

Bahan-bahan ini dicampur dan diaduk hingga rata, sebelum dimasukkan dalam batok kelapa.

Ada tips menarik yang dianjurkan oleh Nita, banyak lubang dalam tempurung minimal 13 buah atau lebih agar menghasilkan Dumalo yang berbentuk unik. (Rosyid Azhar)