Bidang Perhubungan

Untuk mengembangkan berbagai sektor pembangunan di Gorontalo, peranan sektor perhubungan tidak dapat dikesampingkan. Dalam beberapa dekade, hubungan darat maupun udara ke dari Gorontalo kembang – kempis. Gorontalo awalnya lebih banyak dijadikan sebagai tempat persinggahan dibandingkan sebagai daerah tujuan. Jika mau ke Gorontalo beberapa tahun silam dengan menggunakan pesawat udara, orang harus ke Manado lebih dahulu. Di kota ini malah mereka harus bermalam menunggu pesawat kecil yang akan menerbangkannya keesokan harinya ke Gorontalo. Menggunakan jalan darat juga melelahkan. Bisa menghabiskan waktu 8 sampai 10 jam. Jika menggunakan pesawat udara hanya memakan waktu sekitar 35 menit. Maka, setelah berdiri sebagai provinsi yang terpisah dari Sulawesi Utara, Gorontalo mulai dilirik perusahaan penerbangan. Ini tidak lepas dari promosi yang dilakukan Gorontalo. Oleh sebab itu, peranan Bandar udara menempati posisi yang sangat strategis dalam memacu laju perkembangan Provinsi Gorontalo pun memberi kemudahan kepada sejumlah perusahaan penerbangan untuk melayani rute Gorontalo, misalnya dari Makasar ke Gorontalo dan ke Menado.

Bandar Djalaluddin
Bandar udara Djalaluddin dengan status Bandara Nasional, kini telah mampu didarati Pesawat Boeing 737 Seri 300

Perhubungan Laut
Untuk mengembangkan potensi ekonomi di Provinsi Gorontalo melalui Program Agropolitan dan Etalase Periklanan, Pelabuhan Anggrek akan dikembangkan sebagai Pelabuhan Kargo. Di pelabuhan ini akan melayani hasil ekspor berbagai komoditas dari Provinsi Gorontalo. Sementara Pelabuhan Kwandang difungsikan sebagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pelabuhan Tilamuta sebagai pelabuhan penumpang, serta Pelabuhan Gorontalo sebagai Pelabuhan Kargo dan penumpang.

KMP Tuna Tomini
Di Provinsi Gorontalo juga terdapat Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo yang terletak di Kelurahan Leato Selatan Kota Timur Kota Gorontalo dengan kapasitas 750 GRT. Pelabuhan itu melayani lintasan Gorontalo – Pagimana, Gorontalo – Wakai – Ampana dengan kapal penyeberangan yang beroperasi KMP. Baronang dan KMP. Poncan Moale. Pada tahun ini beroperasi kapal baru yang diberi nama KMP Tuna Tomini dengan lintasan Marisa – Wakai dan Popayato – Ampana.

Bentor
Akses transportasi darat dari dan ke Provinsi Gorontalo relative lancar, karena Provinsi Gorontalo dilalui jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan provinsi – provinsi yang ada di Sulawesi. Pada umumnya sarana transportasi antar kota kabupaten menggunakan kendaraan roda 4 (empat) berupa Bus. Juga ada, taksi dan angkutan kota yang dikelola oleh perusahaan swasta local. Sedangkan angkutan transportasi traditional sejak zaman dahulu kala adalah bendi (dokar) yang ditarik oleh seekor kuda. Saat ini pengganti bendi atau dokar tersebut adalah Bentor (becak motor) yang dikendarai oleh seorang pengemudi di belakang dan memuat 1 sampai 2 orang penumpang di depan. Dan hingga saat ini Bentor mendominasi sarana angkutan darat di Provinsi Gorontalo. Bahkan, Bentor produksi Gorontalo ini diminati provinsi lain, seperti Sulawesi Selatan.