|
Polopalo |
|
|
Merupakan permainan rakyat gorontalo yang terbuat dari bambu pilihan, membentuk huruf " Y " , permainan ini sering di lombakan, Biasanya para remaja atau anak-anak di Gorontalo sering berlomba pada malam hari untuk memainkan alat ini,dimainkan oleh dua orang di atas panggung yg menghadap ke bukit/gunung. tingginya minimal 6 meter dan jurinya di atas gunung/bukit yg berhadapan dengan panggung, pemenang di ukur atau dinilai dari suara yang dikeluarkan dari "polopalo" ini. Penentuan pemenang dilakukan di saat juri menentukan siapa yg menang, biasanya cukup dengan isyarat lampu senter. satu sorotan berarti peserta yg pertama yg juara, kalo dua sorotan berarti nomor dua yg menang.
|
|
|
Bunggo |
|
|
Remaja Gorontalo punya kebiasaan sendiri kala menjelang waktu santap sahur. Mereka berkumpul di tanah lapang atau lahan sawah untuk menyalakan meriam bambu atau bunggo. Bunyi dari bunggo yang cukup nyaring seolah mengajak warga untuk segera makan sebelum waktu imsak tiba. Lokasi arena meriam bambu sengaja dibuat agak jauh dari permukiman agar tidak terlalu mengagetkan orang. Cara menyalakan bunggo pun cukup mudah. Lubang kecil pada bambu diisi minyak tanah baru disulut api hingga mengeluarkan bunyi ledakan. Tradisi membunyikan bunggo dari dulu hingga kini tetap menjadi kebiasaan warga Gorontalo saat Ramadan. (info:www.liputan6.com)
|
|
|