GF

Pengunjung

Visits today: 46
Visits yesterday: 121
Visits month: 553
Visits total: 33334
Max.monthly visits: 5786
  occurred: 2008-8
Pages this month: 15407
Pages total: 339011
Data since: 2007-12-29
Indonesia Joomla Topsite
Cagar Budaya
BENTENG OTANAHA,OTAHIYA DAN ULUPAHU. Print E-mail
Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal: 17 Agustus 1945 , jam: 10.00 pagi di Pegangsaan _Timur 56 jakarta; dan sejak itu bangsa Indonesia telah terle­pas dari belenggu kaum Kolonial, sekalipun kedaulatan­nya nanti diakui dan diserahkan oleh Bangsa Belanda pa­da tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag.
Detik Proklamasi itu adalah titik final perjuangan bangsa Indonesia sejak berabad-abad lampau.
Kalau kita membuka lembaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia,maka tampak alun frekwensi kemajuannya mengalami pasang surutnya. Ini disebabkan karena perju­angan bangsa kita sejak dari dahulu itu, hanya bersipat propinsialistis atau sedaerah belaka. Penggalangan per­satuan dan kesatuan secara menyeluruh, masih jauh untuk diimpikan bangsa kita.
Hampir diseluruh daerah, di pelosok Indonesia ini bergerak dan berjuang,ingin melepaskan diri dari beleng gu-koIonialisme asing; namun oleh karena politik yang bersipat adu-domba yang dilancarkan oleh kaum kolonial maka cita-cita luhur bangsa Indonesia itu, karam di te­ngah-tengah kancah perjuangan belaka.
    
 
Rumah Adat Print E-mail
ImageGorontalo memiliki rumah adatnya sendiri, yang disebut Bandayo Pomboide dan Dulohupa. Rumah adat ini terletak di tepat di depan Kantor Bupati Gorontalo, Jalan Jenderal Sudirman, Limboto. Dulohupa terletak di di Kelurahan Limba U-2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Akan tetapi, rumah adat Dulohupa yang satu ini kini tinggal kenangan karena sudah diratakan dengan tanah. Rumah adat ini digunakan sebagai tempat bermusyawarat kerabat kerajaan pada masa lampau. Pada masa pemerintahan para raja, rumah adat ini digunakan sebagai ruang pengadilan kerajaan, untuk memvonis para pengkhianat negara melalui sidang tiga alur pejabat pemerintahan, yaitu Buwatulo Bala (Alur Pertahanan / Keamanan), Buwatulo Syara (Alur Hukum Agama Islam), dan Buwatulo Adati (Alur Hukum Adat).

 
Masjid Hunto ( Masjid Sultan Amay ) Print E-mail
ImageMasjid ini merupakan, masjid peninggalan kerajaan sultan Amay atau yang dikenal dengan Masjid Hunto yang terletak di Kota Selatan Gorontalo tepatnya di kelurahan Biawau dan Siendeng. Pada gapuranya tertulis Tahun pendirian dari masjid ini yaitu tahun 899 Hijriah atau 1495 Masehi.

 

 

ImageImageImage 

(Foto : Rahcmawaty Gobel)