| Bidang Pertanian |
|
|
|
Pertanian tanaman pangan dan hortikultura merupakan salah satu sub sector yang menjadi salah satu prioritas pengembangan yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Lahan pertanian yang ada sebagian besar diusahakan oleh masyarakat. Mereka menanam sejumlah komoditas utama, seperti padi sawah dan jagung. Untuk pengembangan program agropolitan, jagung dijadikan komoditas unggulan. Berdasarkan data yang ada , luas lahan sawah tahun 2004 yang sudah dimanfaatkan dapat dibedakan menurut jenis pengairannya. Sekitar 38% luas lahan sawah di Provinsi Gorontalo menggunakan tadah hujan. Luas sawah dengan irigasi teknis (33,51%), irigasi semi teknis (13,79%), irigasi sederhana (7,78%) dan irigasi desa (6,82%). Sedangkan luas lahan kering hamper mencapai 450 ribu hektar (28,99%) atau sekitar 16 kali luas lahan sawah. Namun luas lahan tersebut sebagian besar (71,01%) belum difungsikan sebagai lahan pertanian. Pada tahun 2004, luas panen jagung di Provinsi Gorontalo meliputi 72.529 hektar dengan produksi mencapai 251.214 ton atau rata-rata produksinya 34,64 kwintal per ektar. Sedangakan luas panen padi sawah 36.757 hektar dengan produksi mencapai 160.813 ton. Dengan demikian rata-rata produksinya 43,75 kwintal per hektar. Komoditi tanaman lainnya seperti sayur-sayuran adalah bawang merah, daun bawang, bayam, buncis, kangkung, ketimun, kubis, cabe, sawi, terong, dan tomat. Diantara tanaman tersebut, cabe dan tomat merupakan komoditas utama sayur-sayuran yang ada. Luas panen cabe 1.306 hektar dengan produksi sebanyak 2.183 ton. Sementara luas panten tomat 414,25 hektar dengan jumlah produksi mencapai 1.410,70 ton.
Sumber: Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo 2004
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||






