Beranda
article thumbnail Sejarah Gorontalo

Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu dan merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. Gorontalo pada saat itu menjadi...

Sejarah

article thumbnail Sapaan / Toli

Buku karangan Oma "Hj.Irtja Tangahu Hadjoe MEd" dengan judul "Melestarikan Budaya Sapaan/ Toli" ini sangat membantu kita dalam mengetahui kebudayaan Masyarakat Gorontalo. Sapaan / Toli atau nama...

Seni Budaya

article thumbnail Taman Laut Olele

Jika Anda melakukan perjalanan melalui pesisir pantai selatan Gorontalo, maka anda akan melihat pemandangan yang mempesona, laut biru yang tenang oleh karena berada di daerah Teluk Tomini yang kaya...

Pariwisata

article thumbnail Binte Biluhuta

Binte Biluhute merupakan makanan khas masyarakat gorontalo. Makanan ini merupakan sup yang terdiri dari jagung, ikan atau udang yang di racik sedemikian rupa hingga menghasilkan suatu menu...

Makanan Khas

 
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 05 July 2008 07:43
smitBuku karangan Oma "Hj.Irtja Tangahu Hadjoe MEd" dengan judul "Melestarikan Budaya Sapaan/ Toli" ini sangat membantu kita dalam mengetahui kebudayaan Masyarakat Gorontalo. Sapaan / Toli atau nama panggilan bagi seseorang adalah salah satu kebudayaan masyarakat Goronatalo. Tatakrama ini sudah ada berabad-abad lamanya. Menurut ‘Wulito’ atau cerita leluhur kebudayaan ini berkembang menjadi ‘pulanga’ atau gelar kepada raja jogugu, marsaoleh dan para pejabat kerajaan / negeri yang dinobatkan atau dinilai berilomato atau berkarya dalam negeri.  Bahkan apabila wafatpun raja dan pejabat-pejabat masih dianugerahi gelar yang disebut ‘gara’i’ yang juga diberikan sesuai dengan karyanya semasa hidupnya. Sapaan bermakna sebagai suatu penghormatan bagi seseoran. Selain dari pada itu sapaan /toli bisa mempererat tali persaudaraan atau tali kekeluargaan. Dengan sapaan yang manis seseorang merasa dihargai sehingga timbul ‘sense of belonging’, merasa bagian dari keluarga atau lingkungannya. Nabi Muhammad SAW menyapa isteri-isteri beliau dengan nama panggilan, yang manis dan halus. Beliau menyapa Aisyah ra: ‘Humairah’ artinya Si Pipi yang merah, yaitu sapaan kesayangan bagi isteri yang cantik. Pada zaman dahulu dalam lingkungan kerajaan, sapaan-sapaan terjaga sangat baik. Dalam lingkungan ini hamper tidak terdengar panggilan nama asli / kecil seseorang. Menyapa raja dan pejabat-pejabat Ti Olongia, Ti Jogugu, Ti Wulea, atau sapaan Ti Eeyanggu: Sapaan untuk ratu, permaisuri dan isteri-isteri pejabat Ti Mbui, Ti Boki, Putera Puteri dan cucu Bantha, Te tapulu Ti Putiri Te Uti, Ti Pii dan sebagainya. Sebaliknya keluarga dan para putera puteri menyapa pegawai kerajaan dengan nama jabatan masing-masing sampai pangkat yang paling rendah sekalipun tanpa menyebut nama kecilnya. [ Download Artikel ]
Last Updated on Saturday, 11 September 2010 02:33
 

Sekilas Info

Agenda

 
10 – 12 OKTOBER 2011 “MAIZE FOR FOOD, FEED AND FUEL” [.pdf]
 
 

Virtual Tour

Akses Cepat

rencana pariwisata spot_wisata

Objek Wisata

Click on the slide!

Wisata Sejarah

Benteng Otanaha: Benteng ini dibangun sekitar tahun 1522

Click on the slide!

Wisata Budaya

Budaya Malam Pasang Lampu (Tumbilotohe) pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri

Click on the slide!

Wisata Laut

Kampung Terapung Torosiajea

Click on the slide!

Konservasi Hutan Nantu

Hutan Lindung Nantu

Click on the slide!

Wisata Laut

Wisata Laut Pulau Bitila

Kunjungan :


Total:74165