GF

Profil Warga

 Nama lengkapnya  Ruben Elishama Hadju, atau biasa dipanggil Ruben Selanjutnya...

 

 


Index Profil

Donasi Anda

GF Bagi anda yang ingin ikut berkontribusi silahkan kirim ke kami, donasi dapat berupa foto, artikel, dan bentuk lainnya. silahkan klik disini. Selanjutnya...

Kolom Iklan

Jasa Passport

Kode Pos Gorontalo

Kode Pos Gorontalo

Pengunjung

Visits today: 156
Visits yesterday: 146
Visits month: 1145
Visits total: 10345
Max.monthly visits: 2545
  occurred: 2008-3
Pages this month: 7861
Pages total: 77733
Data since: 2007-12-29
Google PageRank modul - Camelpark SEO centrum

Indonesia Joomla Topsite

Layanan RSS

Mohon maaf apabila dalam pengaksesan website ini sangat lama, Dikarenakan server yang kami pakai masih dalam status Pinjam dengan spesifikasi Processor Pentium III (933Mhz), Memory 128 Mbyte, Hardisk 15 Gb. Mohon Do'anya, Insya Allah Awal Maret Tahun 2008, kami akan mendapat  Sumbangan Server. Data belum dapat kami berikan secara penuh dikarenakan dalam proses pemindahan. Bagi pengunjung  yang ingin mengirimkan berita atau artikel, silahkan registrasi terlebih dahulu, Lalu kirimkan email ke This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it agar status register dapat  kami ubah menjadi publisher.  Terima Kasih    -admin- 
Sejarah Gorontalo Print E-mail
 Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu dan merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. Gorontalo pada saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, Bone. Seiring dengan penyebaran agama tersebut Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow (Sulut), Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulteng) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara.

 

Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang strategis menghadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara).
Kedudukan Kota Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran sungai Bolango. Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Kota Barat sekarang. Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe Kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran sungai Bolango, ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B.

 Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow.

Sebelum masa penjajahan keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut huukm adat etatanegaraan Gorontalo. Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut "Pohala'a".Menurut Haga (1931) daerah Gorontalo ada lima pohala'a :

  • Pohala'a Gorontalo
  • Pohala'a Limboto
  • Pohala'a Suwawa
  • Pohala'a Boalemo
  • Pohala'a Atinggola

Dengan hukum adat itu maka Gorontalo termasuk 19 wilayah adat di Indonesia Pohalaa Gorontalo merupakan pohalaa yang paling menonjol diantara kelima pohalaa tersebut. Itulah sebabnya Gorontalo lebih banyak dikenal.
Asal usul nama Gorontalo terdapat berbagai pendapat dan penjelasan antara lain :

  • "Hulontalangio", nama salah satu kerajaan yang dipersingkat menjadi hulontalo.
  • Berasal dari " Hua Lolontalango" yang artinya orang-orang Gowa yang berjalan lalu lalang.
  • Berasal dari " Hulontalangi" yang artinya lebih mulia.
  • Berasal dari "Hulua Lo Tola" yang artinya tempat berkembangnya ikan Gabus.
  • Berasal dari " Pongolatalo" atau "Puhulatalo" yang artinya tempat menunggu.
  • Berasal dari Gunung Telu yang artinya tiga buah gunung.
  • Berasal dari " Hunto" suatu tempat yang senantiasa digenangi air

 Jadi asal usul nama Gorontalo (arti katanya) tidak diketahui lagi, namun jelas kata "hulondalo" hingga sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo dan orang Belanda karena kesulitan dalam mengucapkannya diucapkan dengan Horontalo dan bila ditulis menjadi Gorontalo.

Pada tahun 1824 daerah Limo Lo Pohalaa telah berada di bawah kekusaan seorang asisten Residen disamping Pemerintahan tradisonal. Pada tahun 1889 sistem pemerintahan kerajaan dialihkan ke pemerintahan langsung yang dikenal dengan istilah " Rechtatreeks Bestur ". Pada tahun 1911 terjadi lagi perubahan dalam struktur pemerintahan Daerah Limo lo pohalaa dibagi atas tiga Onder Afdeling yaitu :

 

  • Onder Afdeling Kwandang
  • Onder Afdeling Boalemo
  • Onder Afdeling Gorontalo

Selanjutnya pada tahun 1920 berubah lagi menjadi lima distrik yaitu :

  • Distrik Kwandang
  • Distrik Limboto
  • Distrik Bone
  • Distrik Gorontalo
  • Distrik Boalemo

Pada tahun 1922 Gorontalo ditetapkan menjadi tiga Afdeling yaitu :

  • Afdeling Gorontalo
  • Afdeling Boalemo
  • Afdeling Buol

Sebelum kemerdekaan Republik , rakyat Gorontalo dipelopori oleh Bpk. H. Nani Wartabone berjuang dan merdeka pada tanggal 23 Januari 1942. Selama kurang lebih dua tahun yaitu sampai tahun 1944 wilayah Gorontalo berdaulat dengan pemerintahan sendiri. Perjuangan patriotik ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia dan memberi imbas dan inspirasi bagi wilayah sekitar bahkan secara nasional. Oleh karena itu Bpk H. Nani Wartabone dikukuhkan oleh Pemerintah RI sebagai pahlawan perintis kemerdekaan.

Hari Kemerdekaan Gorontalo " yaitu 23 Januari 1942 dikibarkan bendera merah putih dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya. Padahal saat itu Negara Indonesia sendiri masih merupakan mimpi kaum nasionalis tetapi rakyat Gorontalo telah menyatakan kemerdekaan dan menjadi bagian dari Indonesia

Selain itu pada saat pergolakan PRRI Permesta di Sulawesi Utara masyarakat wilayah Gorontalo dan sekitarnya berjuang untuk tetap menyatu dengan Negara Republik Indonesia dengan semboyan "Sekali ke Djogdja tetap ke Djogdja" sebagaimana pernah didengungkan pertama kali oleh Ayuba Wartabone di Parlemen Indonesia Timur ketika Gorontalo menjadi bagian dari Negara Indonesia Timur.

Info : www.gorontalo.go.id
 

Spotlight

FPSS slide image

Nelayan Pentadio (photo : Emilia Hinta)

FPSS slide image

Objek Wisata Sejarah Gorontalo / Benteng Otanaha

Objek wisata ini terletak di atas bukit di Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1522..

 

FPSS slide image

Torosiaje (photo : Emilia Hinta)

FPSS slide image

Objek Wisata Sejarah Gorontalo / Makam Kramat  "Ju Panggola"

 Makam Keramat Ju Panggola terletak di Kecamatan Kota Barat, di Kelurahan Lekobalo, kurang lebih 7 km dari Pusat Kota Gorontalo. Makam keramat ini terletak di atas bukit pada ketinggian 50 meter dari jalan raya. Dari atas bukit ini kita dapat melihat Danau Limboto yang luas, dengan airnya yang makin kritis, dari kedalaman 32 meter kini tinggal 5 hingga 7 meter...

FPSS slide image

Selamat Datang Para wisatawan manca negara dan lokal, serta para investor....ke Gorontalo.

FPSS slide image

Objek Wisata Laut Gorontalo / Alam Bawah Laut Olele

FPSS slide image

Pentadio Resort (photo : Emilia Hinta)

FPSS slide image

Pesona Danau Limboto (photo: Emilia Hinta)

FPSS slide image

Danau Limboto di pagi hari (photo : Emilia Hinta)

Hot Frame


Korespondensi : www.gorontalofamily.org

Support By

Genid has a unique ability to serve customers from premise-to-premise over our facilities, ultimately ensuring the highest levels of performance and reliability.

Maintenance By

CMN Camar Multimedia Network Freelance design Graphics & website