Tili Aya

0
1641
tiliaya
Makanan Khas Gorotanlo Tiliaya

Salah satu dari sekian banyak makanan khas masyarakat Gorontalo pada bulan Ramadhan adalah Tili Aya. Tili aya merupakan pilihan makanan khas malam pertama sahur orang gorontalo tempo dulu. Menariknya, makanan berupa kukusan yang terbuat dari gula merah, telur dan santan ini hanya dimakan pada saat sahur. Konon, orang-orang tua dulu kerap membuat makanan ini sebagai penahan rasa haus di bulan puasa. Nenek Moyang dulu ternyata cukup kreatif membuat masakan serta kue untuk makanan tambahan saja. Bukan hanya itu, untuk membuat kue bukan sekedar suka membuat akan tetapi para orang tua dulu juga melihat sisi ekonomis serta manfaatnya.

Tili Aya yang dibuat saat sahur pertama digunakan sebagai makanan tambahan usai santap sahur, bertujuan untuk penahan rasa dahaga di waktu siang. Artinya, karena pada awal puasa itu terkadang orang sulit menahan dahaga yang teramat sangat, maka dibuatlah tili aya ini. Tili aya sudah lama dikenal di kalangan masyarakat gorontalo. Sangat diyakini, kalo makan tili aya ini, dahaga di siang hari saat berpuasa tidak akan terasa.

Cara membuatnya sangat singkat, karena bahan-bahannya juga mudah didapat. Kuliner ini berbahan dasar gula merah, telur dan santan. Telur dan gula merah secukupnya diaduk sampai merata, kemudian dituangkan ke dalam santan dan dikukus hingga matang, dan Tili Aya siap dihidangkan. Agar rasa tili aya seimbang maka ukuran telur dan santan harus merata. Caranya, kalau jumlah telur 5 maka santan diukur sesuai ukuran telur sebanyak lima kali ukuran kulit telur tersebut.

Bahan yang digunakan untuk membuat tili aya memang memiliki protein tinggi untuk daya tahan tubuh saat berpuasa. Misalnya, gula merah memiliki kandungan karbohidrat sehingga seseorang akan mampu bertahan haus. Sementara telur, memiliki kandungan energi daya tahan tubuh.

Kini, tili aya sudah mulai kurang digandrungi masyarakat. Jarang orang membuat kue ini pada Bulan Ramadhan. Mungkin saja, karena sekarang ini sudah banyak makanan siap saji yang dapat membantu menahan daya tahan tubuh saat berpusa. Sehingga, tili aya tak lagi diminati saat bulan ramadhan tiba. Zaman sekarang hidangan khas Gorontalo ini menjadi pelengkap sajian nasi putih atau nasi kuning padaupacara – upacara adat atau ritual lainnya di Gorontalo.

SHARE
Previous articleTaman Laut Olele
Next articleSayur Putungo