GF
twitter gorontalofamily

Facebook gorontalofamily
 
Indonesia Joomla Topsite
Peristiwa Sejarah
Wallace, Gorontalo, Sulawesi, dan Kita Print E-mail

By : Basri Amin

Penulis Lepas, Warga Hepuhulawa, Limboto

Gorontalo disebut-sebut. Tema pembicaraan tentang "Wallace di Pulau yang Kaya: Akankah Burung Maleo bertahan 150 Tahun dari Sekarang?". Bermula dari sebuah diskusi rutin di KITLV, Rabu, 25 Maret 2009, jam 15.30. Adalah Marc Argeloo, penulis buku Belanda berjudul "Maleo" (2001) yang menyebut-nyebut Gorontalo sekian kali. Taman Nasional Dumoga Bone, perjalan dia keliling Sulawesi dan Maluku, mengikuti jejak Wallace, dan bekerja untuk program konservasi di beberapa tempat di Indonesia. Kebetulan hanya saya orang Indonesia yg hadir, mungkin yg lain pada sibuk, atau karena temanya kurang populer.

Read more...
 
Nani Wartabone Print E-mail

Nani Wartabone, (lahir 30 Januari 1907, meninggal 3 Januari 1986), yang dianugerahi gelar "Pahlawan Nasional Indonesia" pada tahun 2003, adalah putra Gorontalo dan tokoh perjuangan dari provinsi yang terletak di Sulawesi Utara itu. Perjuangannya dimulai ketika ia mendirikan dan menjadi sekretaris Jong Gorontalo di Surabaya pada 1923. Lima tahun kemudian, ia menjadi Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Cabang Gorontalo.

Tiga tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, ia bersama masyarakat setempat terlebih dulu memproklamasikan kemerdekaan Gorontalo, yaitu pada tanggal 23 Januari 1942.

Setelah tentara Sekutu dikalahkan Jepang pada Perang Asia-Pasifik, Belanda merencanakan pembumihangusan Gorontalo yang dimulai pada 28 Desember 1941 dengan mulai membakar gudang-gudang kopra dan minyak di Pabean dan Talumolo.

Read more...