|
Wallace, Gorontalo, Sulawesi, dan Kita |
|
|
|
By : Basri Amin Penulis Lepas, Warga Hepuhulawa, Limboto Gorontalo disebut-sebut. Tema pembicaraan tentang "Wallace di Pulau yang Kaya: Akankah Burung Maleo bertahan 150 Tahun dari Sekarang?". Bermula dari sebuah diskusi rutin di KITLV, Rabu, 25 Maret 2009, jam 15.30. Adalah Marc Argeloo, penulis buku Belanda berjudul "Maleo" (2001) yang menyebut-nyebut Gorontalo sekian kali. Taman Nasional Dumoga Bone, perjalan dia keliling Sulawesi dan Maluku, mengikuti jejak Wallace, dan bekerja untuk program konservasi di beberapa tempat di Indonesia. Kebetulan hanya saya orang Indonesia yg hadir, mungkin yg lain pada sibuk, atau karena temanya kurang populer. |
|
Read more...
|
|
|