Demografi Gorontalo

0
135
demografi
Penduduk Gorontalo

Lahan di Gorontalo didominasi oleh wilayah perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian yang bervariasi, daerah tertinggi adalah 2060 meter dpl. Lahan datar di Gorontalo relatif sangat terbatas, sebagaian besar lahan berada dalam kemiringan diatas 25% yaitu mencakup lebih dari 52% wilayah, yang relatif marginal untuk lahan pertanian dan perkebunan dengan pengolahan tanah yang intensif. Dan sebaliknya, wilayah yang landai dengan kemiringan 0 – 15% yang potensial dikembangkan tanaman perkebunan maupun tanaman pangan hanya mencakup wilayah yang tidak lebih dari 30% saja. Dominan tanah adalah Kambisol Haplik dengan Mediteran merah kuning (yang mencapai lebih dari 80% wilayah), menunjukkan tidak ada kendala mengenai soil sepanjang tersedia air.

Pemanfaatan Lahan dan Land Use
Tingkat pemanfaatan lahan konversi di seluruh Gorontalo untuk pemukiman, pertanian dan perkebunan mencapai 23.44% dari total pada tahun 2003, sedangkan pada tahun 2005 diperkirakan telah melebihi 25%. Tingkat pemanfaatan ini masih belum melampaui land use areal untuk penggunaan lain dalam land use kawasan Provinsi Gorontalo yang mencapai 32.35% ditambah hutan konversi 2.00% dari total. Sehingga tersisa hanya sekitar 120 ribu Ha saja. Land use kawasan Provinsi Gorontalo sesuai dengan ketetapan kawasan hutan di Gorontalo, 29.17% merupakan kawasan lindung sedangkan selebihnya merupakan kawasan budidaya. Dari 70.83% kawasan budidaya tersebut, sekitar 36.48% merupakan hutan produksi yang hanya boleh dikelola dan dimanfaatkan sesuai fungsi kehutanan.    Dilihat dari besarnya luas pemanfaatan lahan dan land use kawasan yang disediakan, Gorontalo tetap memiliki keleluasaan konversi yang bisa dimanfaatkan untuk investasi. Disisi lain, dengan potensi areal yang memiliki kemiringan rata-rata 0-15%, memberikan keleluasaan lain dalam pemanfaatan lahan untuk berbagai kegiatan usaha di Gorontalo. Walaupun demikian, pengoptimalan areal untuk “pemanfaatan lain” dan pengelolaan kawasan hutan budidaya yang tersedia, memberikan peluang berbagai kegiatan usaha dan usaha kehutanan tetap dapat dilakukan.

Geoposisi Ekonomi
Gorontalo merupakan provinsi yang memiliki akses global yang terbuka ke Asia Timur seperti China, Vietnam, Jepang, Korea termasuk Philipine, dan negara-negara Asean (Malaysia, Brunei dan Philippines) tapi akses regional ke wilayah padat penduduk di Indonesia (Jawa dan Sumatera) kurang ekonomis. Karenanya Gorontalo dapat memanfaatkan potensi ini melalui kebijakan perdagangan yang lebih fokus ke negara-negara tersebut (ekspor) daripada ke Jawa dan Sumatra. Meskipun potensi ekonomi regionalnya mencakup juga sumberdaya di Maluku, Halmahera dan Papua Barat, baik Sulawesi Utara maupun Gorontalo belum cukup memanfaatkannya dengan maksimal, sehingga merupakan peluang bagi investasi yang berorientasi ekspor.
Berdasarkan BPS Pronvinsi Gorontalo Tahun 2008, jumlah penduduk Provinsi Gorontalo pada tahun 2003 adalah sebesar 881.057 jiwa, kemudian berkembang menjadi 960.335 jiwa pada tahun 2007 atau mengalami pertambahan sebesar 79.278 jiwa dalam periode waktu 5 tahun terakhir (2003-2007), atau tumbuh rata-rata berkisar 1,5 % pertahun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 130.151 jiwa dari jumlah penduduk pada tahun 2000 yang berjumlah 830.184 jiwa.

SHARE
Next articleLetak Geografis Gorontalo