Sapaan / Toli

0
202
sapaan
Sapaan / Toli

Buku karangan Oma “Hj.Irtja Tangahu Hadjoe MEd” dengan judul “Melestarikan Budaya Sapaan/ Toli” ini sangat membantu kita dalam mengetahui kebudayaan Masyarakat Gorontalo. Sapaan / Toli atau nama panggilan bagi seseorang adalah salah satu kebudayaan masyarakat Goronatalo. Tatakrama ini sudah ada berabad-abad lamanya. Menurut ‘Wulito’ atau cerita leluhur kebudayaan ini berkembang menjadi ‘pulanga’ atau gelar kepada raja jogugu, marsaoleh dan para pejabat kerajaan / negeri yang dinobatkan atau dinilai berilomato atau berkarya dalam negeri.  Bahkan apabila wafatpun raja dan pejabat-pejabat masih dianugerahi gelar yang disebut ‘gara’i’ yang juga diberikan sesuai dengan karyanya semasa hidupnya. Sapaan bermakna sebagai suatu penghormatan bagi seseoran. Selain dari pada itu sapaan /toli bisa mempererat tali persaudaraan atau tali kekeluargaan. Dengan sapaan yang manis seseorang merasa dihargai sehingga timbul ‘sense of belonging’, merasa bagian dari keluarga atau lingkungannya. Nabi Muhammad SAW menyapa isteri-isteri beliau dengan nama panggilan, yang manis dan halus. Beliau menyapa Aisyah ra: ‘Humairah’ artinya Si Pipi yang merah, yaitu sapaan kesayangan bagi isteri yang cantik. Pada zaman dahulu dalam lingkungan kerajaan, sapaan-sapaan terjaga sangat baik. Dalam lingkungan ini hamper tidak terdengar panggilan nama asli / kecil seseorang. Menyapa raja dan pejabat-pejabat Ti Olongia, Ti Jogugu, Ti Wulea, atau sapaan Ti Eeyanggu: Sapaan untuk ratu, permaisuri dan isteri-isteri pejabat Ti Mbui, Ti Boki, Putera Puteri dan cucu Bantha, Te tapulu Ti Putiri Te Uti, Ti Pii dan sebagainya. Sebaliknya keluarga dan para putera puteri menyapa pegawai kerajaan dengan nama jabatan masing-masing sampai pangkat yang paling rendah sekalipun tanpa menyebut nama kecilnya. [ Download Artikel ]

SHARE
Previous articlePernikahan Adat Gorontalo
Next articleBenteng Otanaha