fbpx

Abdul Wahab Lihu, Sang Maestro Tuja’i yang Telah Pergi

Abdul_Wahab_Lihu,_Maestro_Tuja'i a.w lihu abdul wahab lihu baate lo limutu aya tu u meniggal dunia (1)

Abdul Wahab Lihu, Pria yang lahir di limboto 7 Oktober 1937 ini memang sudah sejak kecil memiliki ketertarikan pada adat Gorontalo.

Bukan tanpa sebab, Gorontalo tempat kelahiranya merupakan salah satu dari 19 daerah adat di Indonesia.

Sementara Tuja’i adalah sastra lisan yang sangat populer di Gorontalo.

Mempelajari Tuja’i bukan perkara yang mudah, apalagi pada tahun itu 1960-an ketika beliau mulai mempelajarinya, referensi tentang Tuja’i sangatlah terbatas.

Mantan Lurah yang kerap dipangil akrab Ayah Tu’u / Ayah Lihu ini berhasil mendokumentasikan beberapa teks kuno sastra lisan Tuja’i.

Prof. Nani Tuloli yang juga merupakan Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo mengatakan bahwa tokoh adat ini, Abdul Wahab Lihu, pantas mendapatkan penghargaan Maestro Seni Tradisi.

Karya beliau kini dapat dijadikan sebagai referensi baik oleh para peneliti, mahasiswa, pemerintah ataupun masyarakat luas.

Hingga pada bulan september tahun 2015 Beliau Menerima Penghargaan Sebagai Maestro Seni Tradisi.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Gorontalo

Tak berhenti disitu, rasa cinta beliau terhadap Gorontalo telah mendorong beliau melakukan banyak hal untuk Gorontalo.

Bersama dengan beberapa tokoh adat Gorontalo yang memiliki kesamaan visi, beliau berhasil menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam versi bahasa Gorontalo.

Terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Gorontalo ini sangat berguna khususnya bagi mereka yang terkendala dengan bahasa.

A.W Lihu Tutup Usia

Tapi kini sang Maestro yang bergelar adat Baate Lo Limutu Lo’o Lo’opo itu telah menghadap penciptanya.

Hari ini, di usianya yang ke 85, telah banyak karya yang beliau tinggalkan untuk Gorontalo.

Semoga Allah akan melipatgandakan segala kebaikan beliau.

Aamiin

 

You May Also Like

About the Author: Gorontalo Family

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *