fbpx

Gorontalo Go Digital: Sepinya Pasar Senggol ditengah Riuhnya Emak-Emak Live Jualan Online

Gorontalo Go Digital: Sepinya Pasar Senggol ditengah Riuhnya Emak-Emak Live Jualan Online

Tradisi pasar senggol di Gorontalo memang sudah menjadi sesuatu yang lumrah bahkan sangat ditunggu-tunggu.

Bukan hanya pedagang, antusias pembeli dan pengujung pun sangat besar menunggu hadirnya pasar malam di akhir ramadhan ini.

Beragam barang dagangan, mulai dari kebutuhan harian, mainan anak dan yang paling banyak dicari adalah pakaian untuk hari raya nanti.

Kebiasaan ini sudah berlangsung lama, entah kapan dimulai. yang jelas ini adalah momen paling di tunggu setiap kali ramadhan.

Pasar Senggol Gorontalo Tutup

Sepanjang sejarah pasar senggol, mungkin belum pernah mengalami kondisi ini.

Kurang lebih dua tahun lalu, ketika pemerintah memutuskan untuk meniadakan pasar malam ketika virus covid-19 melanda.

Tahun kedua setelah pandemi, tradisi pasar senggol mulai diaktifkan lagi tetapi dengan beberapa ketentuan yang mesti dijalankan.

Hari ini, tahun ketiga pandemi rupanya masyarakat Gorontalo sudah tak lagi antusias dulu.

Apakah ini dampak dari pandemi?

Mungkin saja.

Penjual Online di Gorontalo Makin Banyak

Rasanya terlalu naif kalau kita menyalahkan pandemi. Sebab munculnya wabah ini tidak sepenuhnya menjadi bencana.

Justru masyarakat Gorontalo mengalami akselerasi dalam hal pengusaan teknologi dan digital marketing.

Lihatlah bagaimana ibu-ibu harus memaksakan diri mengawal anaknya untuk ikut dari alias sekolah online.

Tengoklah bagaimana ketika sebagian orang harus order makanan online karena kemana-mana ada penyekatan dijalan.

Atau para pelaku usaha, ukm, umkm yang mulai membiasakan diri ikut seminar/workshop via zoom.

Semua ini adalah dampak positif dari pandemi yang menjadi akselerator digital marketing di Gorontalo.

Portal Gorontalo dan Group Jual Beli

Salah satu media sosial yang paling banyak diminati di Gorontalo adalah facebook.

Jika anda orang Gorontalo pengguna facebook pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama Portal Gorontalo.

Portal informasi dan berita Gorontalo lewat media sosial dengan jumlah member terbanyak yang hampir semua orang Gorontalo berada di dalamnya.

Walaupun sempat dihapus oleh facebook, portal Gorontalo mulai dibuat kembali dan kali ini lebih selektif dan tertib mengatur membernya.

Banyak hal viral dan trending diposting termasuk para penjual online memasarkan produk dan jasanya.

Selain portal Gorontalo banyak juga Group Jual Beli Gorontalo yang setiap hari selalu bertambah.

Tidak sekedar mengupload jualan, bahkan mereka lebih suka live di facebook sambil transaksi online.

Industri Kreatif Mulai Diminati, Endorser dan Artis Media Sosial Gorontalo Mulai Bermunculan

Dua tahun terakhir kita disuguhi dengan banyak sekali tagline dan jargon-jargon penyemangat.

Salah satu diantaranya seperti work from home alias kerja dari rumah.

Sementara upaya pemerintah dengan mengedukasi masyarakat dengan menghadirkan kartu pra kerja ternyata juga membawa dampak baik.

Terlepas dari pro dan kontra, kursus online tentang peluang menjadi konten kreator, desainer, website developer dan berbagai edukasi tentang pentingnya menjadi wirasausaha ditengah pandemi cukup mendorong lahirnya wirausaha baru di Gorontalo.

Kalau dulu kita hanya mengenal Isal Gorapu yang populer lewat video li ka salman maka saat ini sudah banyak seleb media sosial Gorontalo yang kebanyakan menjadi endorser produk pelaku usaha di Gorontalo.

Sebut saja Mantri Oro, Rian Rantang, Karo Porogege, Te Gondrong, Fajar, para talent dari Bintang TV, Olando TV yang hadir dengan segudang talent yang begitu bertalenta seperti kombe, romi, bapu coki, ka kuhu dan masih banyak lagi.

Dan Kebanyakan mereka sudah menjadi endorser dan seleb di media sosial.

Atau yang paling populer dan sudah go Nasional, diundang oleh beberapa artis dan TV Nasional adalah Tante Lala.

Perempuan yang berdarah Gorontalo ini kini sudah merajai Tiktok di skala nasional.

Artis media sosial yang lahir dari hasil pandemi karena mengajarkan anaknya baca pancasila kini sudah sangat populer sejagat Indonesia.

Kesimpulannya dua tahun pagebluk ini membuat masyarakat Gorontalo mengalami pembiasaan dan pertumbuhan dalam hal teknologi dan informasi.

Maka dengan sendirinya aktifitas offline terlebih lagi pasar tradisional perlahan mulai ditinggalkan.

Maka tantangan bagi para pelaku usaha offline sangatlah jelas

  • Beli baju lebaran di marketplace
  • Bisa transaksi walau belum punya uang alias COD (cash on delivery)
  • Bisa dapat gratis ongkir
  • Dapat diskon apalagi kalau lagi flas sale

Lalu apakah kita harus meninggalkan dunia offline untuk menuju Gorontalo Go Digital?

Menurut Anda?

You May Also Like

About the Author: Gorontalo Family

Leave a Reply

Your email address will not be published.