fbpx

Wisata Bukit Seribu Batu, Destinasi Terbaru di Provinsi Gorontalo

pintu masuk wisata 1000 seribu batu

Wisata Bukit Seribu Batu adalah salah satu objek wisata yang masih terhitung seumur jagung. Saat kami mendatangi tempat ini diawal tahun 2022, usianya baru 4 bulan.

Walau demikian tempat wisata ini sudah banyak dikunjungi oleh banyak orang, baik yang disekitar maupun mereka yang datang dari tempat lain.

Wisata Bukit Seribu Batu terletak di Desa Sosial, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Tiket masuk hanya Rp.5.000 ketika kami berkunjung, sebelumnya Rp. 2.000 ketika tempat ini mula pertama kali dibuka.

Keuinkan Wisata Bukit Seribu Batu

Puncak Bukit Seribu Batu
Puncak Bukit Seribu Batu, Desa Sosial, Paguyaman, Boalemo

Sepintas memang tempat ini terlihat sangat banyak bebatuan yang menempel dari awal kita masuk.

Apalagi ketika anda sudah berada di area camping, batunya makin besar.

Tapi sebenarnya ada satu hal yang menarik dari tempat wisata terbaru ini ketika kami mewawancarai pengelola wisata bukit seribu batu.

Zikran Mbuti Pendamping UKM dan Pengelola Desa Wisata Bukit Seribu Batu
Wawancara Alfian (kiri) dengan Zikran Mbuti (Kanan)
Sebagai Pendamping UMKM dan Pengelola Desa Wisata Bukit Seribu Batu

Sejak awal, kami membangun ini dengan swadaya. Demikian kata Zikran Mbuti, pencetus ide sekaligus eksekutor tempat wisata ini.

Zikran berhasil merangkul generasi muda yang ada di Desa Sosial untuk sama-sama mendirikan objek wisata yang saat ini bisa meraup omzet ratusan bahkan jutaan dalam setiap hari.

Selain Zikran, kami juga mewawancarai Ketua POKDARWIS (Kelompok Desa Sadar Wisata) yang menjadi partnernya menghimpun warga.

Cuplikan Video Podcast Bersama Pengelola Wisata Bukit Seribu Batu

Video Lengkapnya Bisa Anda Tonton Disini

Alhamdulillah respon dari Pemerintah Desa cukup positif, sehingga kami mudah untuk bergerak. Demikian kata beliau yang juga akrab dipanggal Pak Imam.

Selain itu mereka mendirikan pasar yang isinya adalah produk UKM dari masyarakat sekitar.

Sayangnya kami tak sempat mengabadikan momentum ini.

Kedepan pasar ini akan menghadirkan pentas seni yang akan diisi oleh pagelaran seni tradisional seperti tarian asli desa sosial.

Walaupun dalam sepekan hanya 2 kali namun pasar ini cukup ramai, bahkan dari sehari bisa mencapai di angka 4 juta.

Itupun mereka buka mulai di sore hari saja.

Sore itu kami mendapat hidangan pisang goreng panas plus dabu-dabu (sambal khas gorontalo) yang begitu menggoda.

Tak lama kemudian beberapa gelas kopi hitam menyusul ke meja.

Lengkap sudah!

Sambil berbincang dengan warga, tak sadar senja telah berlalu. Kami pun bersiap menyambut malam.

Tiga tenda sudah tersedia untuk menaungi malam kami yang cukup dingin.

Demi sebuah pagi kami melewati malam dingin nan gelap.

Hingga saat matahari menyapa, kami pun berhasil mengabadikan sejumah foto yang tak biasa. Cek Foto – foto di Instagram Gorontalo Family.

Suasana Pagi Bukit Seribu Batu
Suasana Pagi Bukit Seribu Batu

Beberapa insiden kecil cukup merongrong kebahagiaan, tapi tak mampu menghilangkan kepuasan kami bermalam di tempat ini.

Wisata Bukit Seribu Batu ini memang masih sangat membutuhkan sentuhan tangan kreatif dan ikhlas.

Walau demikian, kami sudah cukup puas.

You May Also Like

About the Author: Gorontalo Family

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *